Minggu, 09 Juni 2013

Ibadah Raya 08 June 2013 - Bagaimana Bapa di Surga memperhatikan kita?

9 Juni 2013
Ibadah Raya Gelombang II
Diaken David

"Bapa di Surga yang Memperhatikan"

(1) Bapa kita menyediakan kebutuhan kita
Matius 6 : 26
"Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"
Kita tidak sendirian di dunia ini, karena kita punya Bapa di Surga yang mengetahui kebutuhan kita
Matius 6 : 31 - 32
"Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu."
Bapa kita adalah Bapa yang mengetahui kebutuhan kita. Dan Ia memiliki kemampuan untuk memberikan apa pun kebutuhan kita, seberapa besar pun kebutuhan kita itu.
Matius 7 : 9 - 10
"Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Bapa kita di Surga menyediakan dan memberi yang terbaik bagi kita. Namun ingatlah bahwa kita harus melakukan bagian kita dengan baik.

(2) Bapa kita yang di Surga melindungi kita pada masa-masa bahaya
Matius 10 : 22 ; 28
"Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku;...Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa;..."
Matius 10 : 29 - 31
Burung pipit jatuh pun tahu, apalagi apabila kita di dalam bahaya, Tuhan pasti mengetahuinya. Bapa di surga mengetahui segala sesuatu. Dan Ia yang akan melindungi.
Matius 10 : 32
"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
Jikalau kita percaya atas perlindungan Bapa kepada kita di tengah bahaya apa pun, maka kita harus maju menunjukkan iman kita.
Sampai sejauh mana Bapa melindungi kita menghadapi musuh-musuh kita?
Matius 26 : 53
"Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?"
Bapa kita terlebih besar dibandingkan dengan masalah apa pun.

(3) Bapa kita di Surga yang menghibur kita saat kita di dalam masalah
2 Korintus 1 : 3
"...Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."
Mereka yang dihiburkan oleh Bapa di Surga akan mampu untuk menghibur yang lain.
Filiphi 4 : 6
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
Permohonan dengan ucapan syukur, itu artinya mengucapkan perkataan iman. Karena kita yakin Tuhan pasti memberi yang terbaik.
Filiphi 4 : 7
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
Pada saat kita menghadapi masalah, kita datang kepada Bapa dan berdoa, sehingga damai sejateraNya melingkupi kita

(4) Bapa kita di Surga memelihara kita sampai kepada kekekalan
Yohanes 10 : 29
"Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa."
Bapa melindungi kita. Jikalau kita mengikuti suara Yesus sebagai gembala kita yang baik, maka Ia tidak akan mengizinkan si jahat merebut kita.
Yohanes 10 : 28
"dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku."
Kita mendapat perlindungan ganda. Kita mendapat perlindungan dari Bapa dan kita juga mendapat perlindungan Yesus yang merupakan gembala kita.

Sabtu, 08 Juni 2013

Ibadah Pengajaran 08 June 2013 "Kita adalah anak-anak Bapa"

8 Juni 2013
Ibadah Pengajaran
Diaken David

Kita adalah anak-anak Bapa
(1) Oleh karena kelahiran rohani
(2) Oleh karena pengangkatan anak secara rohani
(3) Berbicara mengenai tanggung jawab sbg anak-anak Bapa

Yohanes 3 : 6
"Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh."
Ada 2 jenis kelahiran yaitu kelahiran secara alamiah dan kelahiran secara rohani.

Kelahiran secara alami adalah kelahiran secara daging, supaya kita dapat lahir di dunia ini. Oleh karena kelahiran alami ini, maka secara natural akan ada keinginan daging.
Mazmur 51 : 7
"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku."
Kisah Rasul 13 : 22
"...Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."
Seorang yg rohani spt Daud, saat ia tdk berhati-hati, ia malah jatuh ke dalam dosa.
Roma 7 : 15
"Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat."
Paulus menjelaskan pergumulan yang ia hadapi.
Roma 7 : 17
"Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku."
Alasan Paulus bergumul ini adalah karena ada dosa di dalamnya.
Roma 7 : 24 - 25
"Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."
Melalui kelahiran rohani, kita mendapat sifat yang baru, bebas dari tubuh maut yang dikuasai oleh dosa.
# Apa tujuan kita mengalami kelahiran baru?
Yohanes 3 : 3
"Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
Kelahiran rohani ini sangat penting karena kelahiran rohani ini akan membantu kita untuk dapat melihat Kerajaan Allah.
Kita butuh berdoa, memohon Roh Kudus untuk membukakan mata rohani kita, supaya kita dapat melihat dan mengerti.
Yohanes 3 : 5
"Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Kelahiran rohani ini akan membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Allah.
# Bagaimana bisa mengalami kelahiran kembali di dalam Roh?
(1) Melalui Firman Allah yang hidup dan kekal
1 Petrus 1 : 23
"Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal."
Firman Allah itu hidup karena memberi kehidupan. Firman Allah itu kekal.
(2) Melalui teguran Roh Kudus
Yohanes 3 : 6
"Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh."
Galatia 3 : 26
"Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus."
Kelahiran rohani akan membuat seseorang mengalami suatu perubahan, memberi kita suatu sifat yang baru.

Keluaran 2 : 10
Musa diangkat oleh Putri Firaun. Setelah dia diadopsi, ia bisa mendapat semua yang ada di istana sebagai kedudukannya sbg anak Putri Firaun. Padahal seharusnya ia seharusnya mati, sama seperti anak-anak Israel lain.
Efesus 1 : 5
"Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"
Bahkan sebelum kita lahir, ia telah memilih kita untuk diangkat menjadi anak-anakNya.
Pengangkatan sebagai anak ini, memberi kita kedudukan baru.
Yohanes 1 : 12
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;"
Ada hak yang diberikan karena kita diangkat sebagai anak-anakNya. Dan kita menanggapinya dengan percaya pada Yesus Kristus.
Kisah Rasul 2 : 38
"Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."
Kita semua menerima pengampunan dosa. Setelah menerima pengampunan dosa, kita mendapat karunia Roh Kudus dari Bapa di Surga.
Roma 8 : 15
"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Oleh karena Roh Kudus di dalam kita, kita dapat berseru :"ya Abba, ya Bapa!"
Galatia 4 : 6
"Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Kepada kita diberi kehormatan untuk memanggilNya : "ya Abba, ya Bapa!"
Ingatlah pada saat kita mengalami kesulitan, kita tidak dapat lagi berdoa, merangkaikan kata-kata, hanya datanglah kehadapan Bapa dan memanggilNya : "ya Abba, ya Bapa!"
Markus 14 : 36
Sama halnya dengan Yesus. Pada saat ia mengalami pergumulan di Taman Getsemani, Ia datang dan berseru kepada Bapa.

Apa yang menjadi tanggung jawab kita? Menunjukkan bahwa kita ini adalah anak-anak Bapa di Surga?
Sebagai anak-anak Bapa di Surga, apa yang harus kita lakukan ?
(1) Tidak lagi hidup mengejar keinganan daging
Roma 8 : 12 - 14
"Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."
Hidup kita harus dipimpin oleh Roh Kudus. Hidup kita bukan lagi mengikuti keinganan daging, namun dipimpin oleh Roh Kudus di dalam setiap langkah kita.
(2) Kita harus bersinar di tengah-tengah dunia
Matius 5 : 16
"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Matius 5 : 2 - 11
Pada ayat ini, merupakan ucapan bahagia, merupakan hal-hal karakter yang harus menjadi kehidupan kita di dunia ini. Ucapan berbahagia itu adalah cara kita hidup kita di dunia ini. Cara hidup kita harus berbeda.
Filiphi 2 : 15
"supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,"