Jumat, 03 Juli 2009

iri hati?? masak sich??

Bolehkah aku merasa iri melihat orang-orang di sekelilingku, bahkan merasa iri kepada anggota keluargaku sendiri??? Aku merasa mereka jauh lebih beruntung. Mereka memiliki wajah dan penampilan yg menarik ditambah mereka memiliki uang sehingga dapat membeli barang-barang yg semakin menunjang penampilan dan pergaulan mereka. Sedangkan mereka yang sebenarnya tak memiliki wajah yg cantik, tetap saja beruntung memiliki uang yang cukup sehingga dapat memiliki akses untuk perbaikan diri serta tetap dapat menunjang pergaulan mereka. Sedangkan aku sendiri, aku merasa diriku cantik, namun sayangnya keadaan yang akhirnya membentuk aku jd pribadi yg tak tahu cara merawatnya. Sebenarnya aku bukan benar-benar buta soal mempercantik diri, aku tahu teori dan caranya. Namun sayangnya meskipun aku tahu teori dan caranya, namun aku tak memiliki uang yang cukup untuk membelinya. Akhirnya aku sendiri merasa rendah diri dan merasa tertolak di dalam pergaulan. Sebenarnya aku yang membatasi pergaulanku sendiri.
Wuah, dasar aku ini memang suka iri hati. Padahal jelas-jelas tahu kalau hal trsbt salah. Untuk apa iri, setiap org punya bagiannya sendiri. Aku harusnya bersyukur atas apa yg aku miliki. Jgn selalu melihat ke atas, sekali-kali perlu melihat ke bawah sehingga tahu bahwa apa yg dimiliki oleh aku skrg adlh anugerah tersendiri bagi aku.
Akan ada suatu saat nanti, aku bisa mempraktekan teori yg aku miliki. Aku akan menjadi wanita yg antik dan menawan. Jgn terlalu cepat iri hati skrg.